Tag-Archive for » mukjizat nabi ibrahim as «

Sunday, December 13th, 2009 | Author: Riza

Islam adalah agama yang rasional (masuk akal dan mudah untuk dinalar). Islam tidak bertentangan dengan akal pikiran, bahkan dalam maqashid asy-syari’ah, menjaga dan memelihara akal adalah salah satu tujuan tegaknya hukum syari’ah. Di samping itu, dalam Islam ada juga aspek-aspek yang tidak membutuhkan nalar namun keyakinan dan ketaatan secara mutlak. Allah SWT berfirman,

dan mereka mengatakan: Kami dengar dan kami taat. (Q.S Al-Baqarah[2]: 128).

Kita tidak diperintah untuk memperdebatkan mengapa shalat subuh itu dua rakaat sementara shalat dzuhur itu empat rakaat. Kita juga tidak diperintah untuk menyelidiki terbuat dari apakah Allah itu? Bagaimana Dia bersemayam di atas ‘arsy? Bagaimana rupa wajah-Nya dan bagaimana pula Dia melihat dan mendengar? Bahkan perbuatan mempertanyakan esendi Dzat dan perbuatan Allah adalah bid’ah.

Imam Malik rahimahullah, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam ad-Damiri dalam Ar-Radd ‘alal Jahmiyyah halaman 33 mengatakan,

“Istiwa (bersemayamnya Allah) adalah diketahui, tapi bagaimana caranya tidak diketahui, beriman dalam hal itu adalah wajib, dan mempersoalkannya adalah bid’ah.”

Continue reading