Archive for the Category » Islam «

Sunday, December 13th, 2009 | Author: Riza

Islam adalah agama yang rasional (masuk akal dan mudah untuk dinalar). Islam tidak bertentangan dengan akal pikiran, bahkan dalam maqashid asy-syari’ah, menjaga dan memelihara akal adalah salah satu tujuan tegaknya hukum syari’ah. Di samping itu, dalam Islam ada juga aspek-aspek yang tidak membutuhkan nalar namun keyakinan dan ketaatan secara mutlak. Allah SWT berfirman,

dan mereka mengatakan: Kami dengar dan kami taat. (Q.S Al-Baqarah[2]: 128).

Kita tidak diperintah untuk memperdebatkan mengapa shalat subuh itu dua rakaat sementara shalat dzuhur itu empat rakaat. Kita juga tidak diperintah untuk menyelidiki terbuat dari apakah Allah itu? Bagaimana Dia bersemayam di atas ‘arsy? Bagaimana rupa wajah-Nya dan bagaimana pula Dia melihat dan mendengar? Bahkan perbuatan mempertanyakan esendi Dzat dan perbuatan Allah adalah bid’ah.

Imam Malik rahimahullah, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam ad-Damiri dalam Ar-Radd ‘alal Jahmiyyah halaman 33 mengatakan,

“Istiwa (bersemayamnya Allah) adalah diketahui, tapi bagaimana caranya tidak diketahui, beriman dalam hal itu adalah wajib, dan mempersoalkannya adalah bid’ah.”

Continue reading

Saturday, December 12th, 2009 | Author: Riza

Kekisruhan kasus hukum di tanah air yang melibatkan para pejabat tinggi negara  semakin menambah coreng-moreng wajah peradilan di negeri ini. Tayangan telavisi dan media surat kabar setiap hari menampilkan perseteruan antara dua lembaga penegak hukum yang seharusnya bias berjalan beriringan memberantas korupsi dan menegakkan supremasi hukum di begeri ini. Satu pihak menuduh, pihak lain menolah tuduhan. Masing-masing mengajukan bukti, baik yang menguatkan maupun yang membantah. Rakyat pun meradang. Mereka kecewa kala hukum ternyata telah menjadi alat kepentingan dan barang dagangan, lalu mereka pun turun ke jalan.

Terlepas dari siapa yang benar dan siapa yang salah, kita sebaiknya menoleh sejenak ke masa tatkala Rasulullah SAW masih hidup. Beliau adalah teladan yang baik bagi kita dalam segala aspek kehidupan. Kita akan menjumpai sebuah pandangan hidup Islam yang menjunjung tinggi supremasi hukum serta asas kesetaraan di hadapan hukum. Tidak ada istilah “tebang pilih”. Tidak ada pula kita dijumpai “anak emas” dalam soal penegakan hukum ini.

Apabila kita membuka kitab kumpulan hadits-hadits shahih yang disusun oleh Imam Muslim, maka pada nomor urut 1688-8, kitab Al-Hudud bab tentang memotong tangan pencuri dari kalangan bangsawan dan selainnya dan larangan memberikan syafaat dalam pelaksanaan hudud, ada sebuah kisah yang luar biasa tinggi nilai hikmahnya. Dikisahkan bahwa telah terjadi pencurian yang dilakukan oleh seorang wanita bangsawan dari Bani Makhzum. Sehingga dengan tindakannya itu ia terkena hudud, yaitu harus dipotong tangannya. Namun, beberapa orang dari kalangan Quraisy, melalui Usamah bin Zaid, meminta keringanan hukuman kepada Rasulullah SAW. Lalu apa jawaban Rasulullah SAW? Beliau serta merta marah seraya berkata, “Apakah engkau hendak memberikan syafaat dalam perkara hudud yang telah Allah berikan ketetapannya?”

Continue reading

Friday, December 11th, 2009 | Author: Riza

Masalah seputar kepemimpinan selalu manjadi pembicaraan hangat dalam keseharian kita. Sebuah contoh sempurna bagi kepemimpinan yang dipatuhi tidak hanya di jamannya tetapi sampai hari kiamat, bahkan masih membela umatnya di hari pengadilan nanti, itulah kepemimpinan pribadi Rasulullah Muhammad SAW.

Kita bisa meneropong kebesaran beliau hanya dari kejadian-kejadian keseharian beliau beserta para sahabatnya yang mulia. Kisah-kisan sederhana yang kemudian menjadi amat mengharukan.

Rasulullah adalah teladan sempurna kita. Figur seorang pemimpin yang sangat dekat dengan siapa saja dalam kesehariannya. Walaupun beliau ada juga pemimpin mereka, Rasul sangat menghormati para sahabatnya dan tidak pernah mempermalukan atau mengina mereka sedikit pun. Kebesaran jiwa kepemimpinan beliau dapat kita telaah pada kisah-kisah biasa yang menjadi sangast luar biasa, seperti ketika suatu hari Abdullah al-Banjaliy tidak mendapat tempat duduk ketika menghadiri majelis. Ketika Rasulullah mengetahui hal tersebut, beliau langsung mencopot gamisnya dan mempersilakan sahabatnya itu untuk duduk. Namun Abdullah al-Banjaliy tidak mendudukinya, malah mencium baju Rasulullah dengan air mata yang berlinang. “Wahai Rasulullah, semoga Allah memuliakanmu, sebagaimana Anda telah memuliakanku, “komentar Abdullah.

Continue reading

Monday, December 07th, 2009 | Author: Riza

Rasulullah Muhammad SAWSuatu ketika Allah SWT memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis agar menghadap Baginda Rasul saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disuka maupun yang dibencinya. Hal ini dimaksudkan untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad saw dan juga sebagai peringatan dan perisai umat manusia.
Kemudian Malaikat itupun mendatangi Iblis dan berkata : “Hai Iblis! Engkau diperintah Allah untuk menghadap Rasulullah saw. Bukalah semua rahasiamu dan jawablah setiap pertanyaan Rasulullah dengan jujur. Jika engkau berdusta walau satu perkataanpun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat pedih.”

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan, maka segera ia menghadap Rasulullah saw dengan menyamar sebagai orang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai yang panjangnya seperti ekor lembu. Iblis pun memberi salam sampai 3 (tiga) kali salam, Rasulullah saw tidak juga menjawabnya, maka Iblis berkata, “Ya Rasullullah! Mengapa engkau tidak menjawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?”

Maka jawab Nabi dengan marah, “Hai musuh Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Jangan kau coba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam as sehingga beliau keluar dari syurga, kau hasut Qabil sehingga ia tega membunuh Habil yang masih saudaranya sendiri, ketika sedang sujud dalam sembahyang kau tiup Nabi Ayub as dengan asap beracun sehingga beliau sengsara untuk beberapa lama, kisah Nabi Daud as dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.
Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wa jalla, tapi aku diharamkan Allah menjawab salammu. Aku mengenalmu dengan baik wahai Iblis, Raja segala Iblis. Apa tujuanmu menemuiku?”

Continue reading

Category: Islam, Journals  | Tags: , ,  | Leave a Comment
Wednesday, January 28th, 2009 | Author: Riza

Sangat terkesan dengan khotbah shalat Jumat yang baru lalu, saya ingin menceritakannya kembali. Dengan dengan sudut pandang yang sedikit berbeda, saya berharap bisa menjadi bahan renungan bagi saya pribadi, dan bagi siapa saja yang membaca tulisan ini.

Materi yang khotib sampaikan pada khotbah shalat Jumat tersebut sebenarnya masih seputar topik panas. Apalagi kalau bukan seputar perseteruan abadi Palestina dengan zionis Israel. Walaupun topik tentang perseteruan keduanya tersebut memang sedang panas sekarang ini, saya tidak akan membahasnya lagi. Saya justru tertarik untuk mencuplik bagian dari khotbah tersebut yang secara singkat membahas mengenai Al-Masih Ad-Dajjal. Singkat namun sungguh saya sangat terkesan.

Continue reading

Category: Islam, Journals  | Tags: , , , ,  | 8 Comments
Monday, October 29th, 2007 | Author: Riza

Ah aliran sesat. Baca-baca berita di detik.com tentang aliran sesat lama-lama malah jadi jengkel. Kenapa jengkel? Karena menurut sudut pandang ane sebagai orang Islam kebanyakan, alasan yang mereka kemukakan untuk menyesatkan ajaran Islam yang sudah semestinya adalah sangat BODOH! Contohnya adalah waktu dua orang jemaat Al-Qiyadah memberikan pernyataan yang sangat BODOH dan jahiliyah. Salah satu dari mereka waktu ditanya reporter tv beberapa waktu yang lalu kira-kira bilang begini untuk ngeles, “Ah, penolakan seperti inikan kan sudah biasa terjadi. Dulu juga ketika nabi Isa As diutus, ummat nabi Musa (Yahudi) ngga ada yang percaya. Demikian juga ketika Muhammad diutus menjadi rasul. Ummat nabi Isa (Nasrani) tidak ada yang mau percaya. Apa bedanya dengan sekarang? Ketika Ahmad Moshaddeq (pendiri Al-qiyadah) diutus menjadi rasul, ummat Muhammad juga awalnya tidak percaya bukan? Hal seperti itu akan selalu berulang… “

Continue reading

Category: Islam  | Tags: , ,  | Leave a Comment