Tuesday, December 22nd, 2009 | Author: Riza

atlantis - the lost continent finally foundTadi pagi sebelum berangkat ke kantor sempat menonton acara “Apa Kabar Indonesia Pagi” di TV-One. Ada topik yang menarik yang membahas tentang sebuah buku. Buku tersebut berjudul, “Atlantis - The Lost Continent Finally Found” karya Profesor Arysio Nunes dos Santos, seorang berkebangsaan Brasil. Kenapa buku tersebut begitu menyita perhatian sampai harus dijadikan topik sebuah acara talk show sebuah stasiun televisi?

Masalah yang diangkat pada buku tersebut ternyata behubungan dengan seorang filsuf yang amat berpengaruh di Yunani, yang hidup pada masa 427 - 347 SM. Filsuf itu bernama Plato. Plato mengatakan bahwa mengatakan bahwa dahulu kala pernah ada sebuah benua yang menjadi pusat peradaban dunia baik itu pusat kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kekayaan alam, dan lain-lain. Benua itu oleh yang kemudian dikenal dengan benua Atlantis, yang oleh karena peristiwa alam seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan lain-lain, tenggelam dan menyisakan misteri hingga kini. Karena merupakan pusat peradaban dunia, tentu saja benua Atlantis dihuni oleh manusia-manusia yang katanya berperadaban sudah sangat maju.

Plato mengatakan bahwa letak benua Atlantik adalah ada di daerah yang sekarang dikenal sebagai samudera Atlantik. Sedangkan dalam bukunya tersebut, Profesor Arysio Santos berpendapat berbeda. Setelah melakukan penelitian selama kurang lebih 30 tahun, akhirnya dia menyimpulkan bahwa daratan yang merupakan pusat peradaban dunia tersebut yang dikenal dengan Benua Atlantis itu ternyata lokasinya bukan berada di samudera Atlantik seperti yang disangka oleh Plato selama ini, tapi berada di wilayah yang lokasinya sama dengan INDONESIA. Ya, Profesor Santos yang juga seorang ahli nuklir menyatakan bahwa benua Atlantis itu adalah INDONESIA. Negara kita.

Dalam bukunya tersebut, profesor Arysio Santos menggunakan 33 perbandingan seperti luas wilayah, kekayaan alam, gunung berapi, cara bertani, cuaca, dan lain-lain, sebelum mengatakan Benua Atlantis adalah Indonesia. Sistem terasering diadopsi oleh candi borobudur, piramida, dan bangunan kuno aztecSalah satu contoh adalah bahwa sistem pertanian terasering, yaitu sawah yang bertingkat-tingkat, disebut oleh Profesor Arysio Santos sebagai bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno suku Aztec di Meksiko.

Terlepas dari segala fakta ilmiah yang dikemukakan Profesor Arysio Santos dalam bukunya tersebut, saya mau melihat dari sudut pandang yang beda. Saya ingin melihat hal tersebut bukan dari sisi ilmiahnya. Namun dari sudut pandang keadaan bangsa kita saat ini. Bahwa wilayah Indonesia dianggap sebagai pewaris Atlantis tentu saja kita harus bersyukur. Tapi coba kita lihat kondisi mental bangsa Indonesia saat ini. Jujur sajalah, banyak di antara kita yang merasa rendah diri menjadi bangsa Indonesia. Banyak di antara kita yang lebih mengenal budaya lain ketimbang budaya bangsa sendiri. Saya pernah menulis beberapa waktu yang lalu, coba saja tanya anak-anak sekarang. Mereka lebih kenal koboi dari pada si Pitung. Lebih kenal Spider-Man dari Gatotkaca. Bangga jika hidup ala amerika dan eropa.

Bahwa Indonesia adala wilayah yang dianggap sebagai ahli waris dari benua Atlantis yang pada masanya merupakan pusat peradaban dunia, tentu kita harus bersyukur. Hal tersebut harus bisa memotivasi kita agar tidak lagi merasa rendah diri dalam pergaulan di dunia internasional. Namun di sisi lain, sebagai daerah yang sangat rawan bencana, kita juga harus waspada dan belajar dari apa yang telah terjadi pada Atlantis. Kita harus bisa memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengatasi hal tersebut.

***

Tidak ada tulisan yang berkaitan dengan tulisan di atas.

Category: Journals
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Responses

  1. masukan lain, buat penyeimbang..
    percaya yang mana? gali terus infonya :D

    http://rovicky.wordpress.com/2006/11/11/benarkah-indonesia-itu-atlantis/

  2. untuk seru-seruan coba baca Negara kelima karya ES Ito … !

  3. Negara kelima ES Ito memang satu nafas dengan atlantis-nya, arysio santos. karena saya pun langsung membaca buku negara kelima setelah kaget dengan rahasia meede.

    tapi ada yang sudah pernah baca atlantisnya arysio santos ini belum ? kalau ada, boleh dong digilirkan bukunya, mungkin dengan harga miring ampir2 jatuh.

  4. Banyak yang meragukan tulisan profesor ini, karena katanya dia ahli nuklir, bukan ahli sejarah. tapi seperti kata pepatah : kita harus mengakui kebenaran meskipun keluar dari pantat ayam. nice info friend…

Leave a Reply » Log in


Verification: