Sangat terkesan dengan khotbah shalat Jumat yang baru lalu, saya ingin menceritakannya kembali. Dengan dengan sudut pandang yang sedikit berbeda, saya berharap bisa menjadi bahan renungan bagi saya pribadi, dan bagi siapa saja yang membaca tulisan ini.
Materi yang khotib sampaikan pada khotbah shalat Jumat tersebut sebenarnya masih seputar topik panas. Apalagi kalau bukan seputar perseteruan abadi Palestina dengan zionis Israel. Walaupun topik tentang perseteruan keduanya tersebut memang sedang panas sekarang ini, saya tidak akan membahasnya lagi. Saya justru tertarik untuk mencuplik bagian dari khotbah tersebut yang secara singkat membahas mengenai Al-Masih Ad-Dajjal. Singkat namun sungguh saya sangat terkesan.
Ad-Dajjal termasuk di atara tiga orang yang paling ditunggu kedatangannya menjelang hari kiamat selain Nabi Isa a.s dan Imam Al-Mahdi. Sebagaimana yang telah dikisahkan dalam berbagai riwayat dan hadist sahih Rasulullah S.A.W bahwa tidak akan datang hari kiamat sebelum munculnya Ad-Dajjal, Imam Al-Mahdi, dan Isa a.s. Hadist paling sahih yang menguatkan bahwa Ad-Dajjal itu benar akan datang adalah hadist yang berisi doa Rasulullah S.A.W, yang juga sering kita baca dalam shalat, yaitu setelah tasyahud akhir sebelum salam. Doa tersebut berbunyi:

Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung denganMu daripada azab kubur, aku berlindung denganMu daripada azab neraka jahannam, aku berlindung denganMu daripada fitnah kehidupan dan kematian dan berlindung denganMu daripada fitnah Al-Masih Dajjal.”
Berdasarkan informasi yang didapat dari hadist Rasulullah S.A.W yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dalam syahihnya, Ad-Dajjal akan menebar fitnah dan kerusakan di atas bumi selama 40 hari. Hadist yang dimaksud berbunyi demikian:
Kami bertanya: “Wahai Rasulullah! Berapa lamakah ia akan tinggal di muka bumi ini? Nabi saw, menjawab: Ia akan tinggal selama empat puluh hari. Hari yang pertama seperti setahun dan hari berikutnya seperti sebulan dan hari ketiga seperti seminggu. Kemudian hari yg masih tersisa (yaitu 37 hari) adalah sama seperti hari kamu yg biasa.
Maksud dari hadist tersebut adalah, walaupun Ad-Dajjal hanya menebar fitnah selama 40 hari saja, namun disebutkan bahwa hari pertama akan seperti setahun, hari kedua kemunculan Ad-Dajjal akan seperti sebulan, hari ketiganya bagaikan seminggu, dan 37 hari sisanya sama seperti hari biasa. Jadi, hakikatnya Ad-Dajjal akan tinggal di muka bumi selama 14 bulan dan 14 hari.
Ad-Dajjal sebenarnya adalah manusia yang ajalnya ditangguhkan oleh Allah S.W.T. Sebagaimana halnya Isa a.s yang oleh Allah S.W.T diangkat ke langit dan ditangguhkan kematiannya sehingga kelak akan turun kembali ke bumi sebelum datangnya hari kiamat. Ada satu makhluk lagi yang mendapat penangguhan kematian dari Allah S.W.T. Siapa lagi kalau bukan Iblis. Laknatullah satu ini baru akan mati jika kiamat tiba.
Ada dua ciri-ciri khas Ad-Dajjal seperti yang telah disebut dalam banyak hadist syahih. Kedua ciri-ciri tersebut adalah:
- Buta mata kirinya. Sedangkan mata kanannya menonjol keluar berwarna kehijauan.
- Pada dahi tergurat tulisan “Kafir”. Huruf Kaf, fa, dan ra. Tulisan ini akan dapat dibaca oleh semua orang muslim baik yang bisa membaca ataupun buta huruf.
Kedua ciri di atas akan muncul pada dirinya setelah Ad-Dajjal mengaku sebagai tuhan. Selain kedua ciri tersebut masih banyak lagi ciri yang lain seperti Ad-Dajjal diriwayatkan berambut keriting dan berperawakan tinggi besar, warna kulitnya agak kemerahan, serta terlihat masih muda.
Lantas apa hubungannya Ad-Dajjal dengan huru-hara yang sekarang terjadi di Palestina di awal tahun ini? Semua singkat mengenai Ad-Dajjal di atas berdasarkan kepada anggapan bahwa Ad-Dajjal adalah sebagai seorang individu. Individu yang mempunyai anggota badan layaknya manusia seperti kita. Tapi mungkinkah jika Ad-Dajjal sebenarnya adalah bukan sebuah individu?
Khotib mimbar Jumat menyebutkan, ada seorang ulama kalau tidak salah di India yang menafsirkan bahwa Ad-Dajjal sebenarnya bukan sebuah individu melainkan sebuah peradaban. Peradaban di akhir zaman yang akan merusak semua tatanan kehidupan. Saya telah coba surfing di internet, dan menemukan bahwa Ustaz Amaluddin Darus, seorang aktivis politik Islam pada era 60-an dari Malaysia, dalam bukunya menulis hal yang sama. Beliau juga berpendapat jika sebenarnya Ad-Dajjal itu bukan sebuah individu. Mungkin pedapat beliau tersebut juga sama-sama berdasarkan pada tafsiran ulama India yang disebut khotib. Atau mungkin ulama tersebut adalah beliau sendiri?
Coba tengok huru-hara yang terjadi di Bumi Palestina. Tidak tampakkah oleh kita bahwa sebenarnya sedang terjadi rekonstruksi peradaban di sana? Peradaban mana yang dimaksud? Tentu saja zionis Israel yang didukung oleh sekutu abadinya, Amerika. Coba lihat keadaan bumi Palestina sekarang. Dari asalnya yang mayoritas, orang Palestina justru sekarang menjadi minoritas di negerinya sendiri hanya kurun waktu beberapa puluh tahun saja.
Ad-Dajjal dalam banyak hadist dan telah juga diungkapkan pula di atas mempunyai mata kiri yang buta, ini bisa diartikan sebagai tidak bisa menilai sesuatu dengan adil. Bukankah peradaban yang berkuasa sekarang memang buta. Atau mungkin sengaja membutakan sebelah matanya sehingga tidak bisa menilai secara adil isu-isu yang terjadi di Palestina, Kashmir, dan lain-lain. Mereka menindas siapa saja yang mereka benci dan membela mati-matian siapa saja yang mereka suka.
Jika penafsiran yang mengatakan bahwa Ad-Dajjal bukan sebuah individu benar, maka pertanyaan “Sudah di akhir duniakah kita?” terjawab sudah. ***

Wednesday, 28. January 2009
jadi inget tanda kiamat lain, yaitu manusia berlomba-lomba mendirikan bangunan tinggi. salah satunya adalah http://en.wikipedia.org/wiki/Al_Burj
Wednesday, 28. January 2009
ini ada lagi
http://www.burjdubaiskyscraper.com/2006/diagram/dubai-towers-over-300m.jpg
Tuesday, 3. February 2009
waktu perang dunia ke-2 juga pertanyaan ini juga muncul. mungkin hitler juga dajjal
Wednesday, 4. February 2009
Kalau saya sih tidak peduli, menurut saya Tuhan itu sucks! Dia yang ciptakan manusia dia juga yang musnahkan manusia di hari kiamat. Maksudnya apa coba!!! Jadi kita di matanya Tuhan itu apa ? boneka mainan ?? Banyak orang berkomentar sebenarnya Tuhan itu anak perempuan. Dan manusia ini adalah mainan barbie-nya. Kita disuruh patuhi larangannya, kita diwajibkan ini-itu. Kalau macam-macam di ancam neraka. Aneh sekali…
Friday, 13. February 2009
kalau Ad-Dajjal berbentuk bukan individu, bearti seharusnya Imam Al-Mahdi, dan Isa a.s juga berbentuk bukan individu dong…hehehehe
Tuesday, 2. June 2009
sebagai info tambahan, keterangan mengenai dajjal mungkin dapat kita simak bersama dari situs berikut:
http://justbebo.blogspot.com/
Saturday, 22. August 2009
Iseng2 cari topik serupa eh masuk sini,
Mau tanya nih Mas, dulu pernah denger katanya ummat muslim gak akan mengalami kiamat coz ada tanda lain kiamat yaitu sudah tidak adanya lagi ummat muslim di dunia.
Nah, dari bagian “Pada dahi tergurat tulisan “Kafir”….dibaca oleh semua orang muslim baik…” berarti masih ada orang muslim? jadi bingung. atau saya yang salah info yah?
makasih
Sunday, 23. August 2009
Abu: Menurut beberapa buku dan artikel yang saya pernah baca memang begitu. Seburuk-buruknya manusia adalah yang bertemu dengan kiamat. Insya Allah manusia yang masih tersisa iman di hatinya walaupun hanya sedikit, tidak akan bertemu dengan yang namanya kiamat, karena telah dimatikan oleh Allah dengan hembusan angin yang lembut. Ini salah termasuk tanda kiamat besar yang terjadi diakhir-akhir, sangat dekat dengan hari kiamat.
Ada 10 tanda-tanda besar kiamat, dan Dajjal akan muncul mengawali tanda-tanda besar tersebut. Pada masa kemunculan Dajjal ini jelas umat muslim masih ada. Justru Dajjal ini hakikatnya adalah merupakan ujian terakhir Allah untuk umat Islam secara global sebelum datangnya masa keemasan nanti.